g muj mujae

Sebagai daerah tujuan wisata perairan [air tawar], wisata kuliner Danau Ranau didominasi ikan tangkapan dari danau ini.

Selain itu, masih ada siput atau keong air tawar serta beberapa jenis makanan yang dapat dijumpai di daerah-daerah lain Provinsi Sumatra Selatan. Di antaranya adalah Pempek dan Burgo.

Para lelaki di Kecamatan Banding Agung [lokasi di mana Danau Ranau sebelah utara berlokasi] biasanya mencari ikan dan keong air tawar di malam hari. Menggunakan perahu, jala, tombak serta lampu penerang yang diletakkan di bagian tengah perahu.

Pemandangan perahu serta lampu penerangnya merupakan hal yang biasa dijumpai di Danau Ranau sesudah matahari terbenam.

Ikan paling ngetop yang dijajakan di warung dan resto di daerah Banding Agung adalah ikan Mujair. Biasanya dipanggang atau digulai. Rasa dagingnya sedikit ‘manis’ dan teksturnya empuk.

Mungkin karena saat saya datang bertepatan dengan Festival Danau Ranau, maka harga yang diberikan juga ‘harga festival’. Mujair bakar berbobot sekitar satu kilogram dipatok Rp 30.000!

Paling enak disajikan dengan nasi pulen hangat serta pendampingnya: sambal dan beberapa macam gulai sayur.

Favorit saya adalah gulai pakis dengan kuah sarat bumbu. Pelengkapnya, masih ada gorengan ikan-ikan kecil selebar tiga jari tangan.